Memimpin itu Berat

Pemimpin adalah sosok yang memiliki karakter untuk dapat memimpin dirinya sendiri dan orang banyak. Amanah yang diemban seorang pemimpin adalah amanah yang paling besar dalam hidup ini.

Ya, itulah yang saya ingat ketika saya membereskan setumpuk buku-buku yang masih berserakan di kamar dan menemukan sebuah laporan LPJ organisasi waktu SMA kemarin.

Saat itu saya pernah menjadi ketua dari salah satu satuan organisasi di sekolah. Benar-benar gak nyangka saya bisa dipilih jadi ketua. Padahal awalnya gak pernah terpikir sampai ke sana, mengingat saya orangnya yang waktu itu cenderung pasif, pendiam dan gak banyak bicara. Tapi apa boleh buat, keputusan telah didapat dan saya mau gak mau harus bisa mengemban amanah itu.

“Ah mungkin ini musibah buat saya, saya telah memasuki kawasan masalah.” Tapi seiring dengan tuntutan sebagai pemimpin, saya harus berusaha. Saya harus berubah. Saya yakin orang yang sukses tuh bukan orang yang bebas dari masalah. Orang sukses itu orang yang dapat menyelesaikan masalah, sebesar apapun itu.

Jangankan di akhirat, di dunia pun amanah itu sudah dipertanyakan. Allah meminta pertanggungjawaban atas apa yang diamanahkan selama di dunia. Laporan pertanggungjawaban pun harus disusun dan dilaporkan kepada atasan. Itulah hasil selama saya menjadi pemimpin. Apakah saya telah benar-benar memegang dan melaksanakan amanah itu dengan baik? Entahlah. Yang pasti saya telah berusaha melaksanakan apa yang saya mampu.

Berbahagialah bagi pemimpin yang melaksanakan amanah itu sesuai dengan yang diamanahkan oleh Allah kepada hambanya. Karena telah dikatakan bahawa salah satu golongan yang akan merasakan kenikmatan yang besar di akhirat kelak adalah pemimpin yang adil. Namun segeralah bertaubat bagi para pemimpin yang tidak melaksanakan amanah sekecil apapun itu.

Semua itu telah menjadi pengalaman besar bagi saya. Itulah pelajaran berharga untuk bisa merasakan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin. Setidaknya saya dapat memimpin diri sendiri.

Terus, bagaimana dengan para pemimpin sekarang yang tidak sedikit sering keluar dari jalan yang semestinya harus ia jalani? Apakah tidak khawatir dengan adzab Allah di akhirat kelak? Naudzubillah.

8 Responses to “Memimpin itu Berat”


  1. 1 sippaganteng 9 Oktober, 2008 pukul 2:46 pm

    Justru itulah knapa gw ga mw jd pemimpin. Ga akan

  2. 2 pikusay 9 Oktober, 2008 pukul 3:00 pm

    mudah2an para pemimpin negeri ini menyadari bahwa apa yg mereka duduki sekarang bukan saja amanat dari rakyat tapi juga amanat Allah sehingga mereka tidak terus2an menzalimi rakyat dan Tuhannya seperti selama ini..semoga satu saat akan ada pemimpin yang benar2 akan membawa kemaslahatan dan kemakmuran pada negeri ini.

  3. 3 adhiyat 9 Oktober, 2008 pukul 3:38 pm

    @ sifa: katanya mau nyalonin jadi ketos? kok sekarang semangatnya jadi ilang? :-s

    tapi yang dituntut harus bisa memimpin tuh adalah laki”. setidaknya kelak nanti bakalan menjadi pemimpin rumah tangga..😉

    @ pikusay: amin. moga pemimpin sekarang disadarkan akan kesalahannya.

    dan kita jangan sampai salah memilih untuk menjadikan pemimpin kita..🙂

  4. 4 s H a 10 Oktober, 2008 pukul 1:18 am

    kalo menurut saia, memimpin diri sendiri itu malah jadi hal krusial yang paling sulit . liat aja para pemimpin bangsa yang gg bisa mengendalikan dirinya sendiri . huuufh

  5. 5 adhiyat 10 Oktober, 2008 pukul 3:00 am

    @ sHa: nah itu dia. ketika orang udah mampu mengendalikan dan memanage dirinya sendiri, maka saat itulah ia akan mampu memimpin orang lain. kalau mengendalikan diri sendiri saja belum mampu, bagaimana bisa mengendalikan orang banyak?🙂

  6. 6 radenmasnews 10 Oktober, 2008 pukul 7:43 am

    wah…jadi inget dulu waktu sma pernah jadi ketua pelaksana TLC(tri lomba cakragiribaskara)agenda rutin DKC pramuka di wonogiri…
    awalnya emang seperti terbebani dan merasa ga mampu…tapi setelah di jalani dan benayak belajar akhirnya saya bisa melaksanakan tugas itu dengan tanggung jawab.

  7. 7 chic 13 Oktober, 2008 pukul 11:30 am

    memimpin itu sangat berat kalo kita ngga pintar menjaga amanah… hhhmmmmfff

  8. 8 adhiyat 13 Oktober, 2008 pukul 12:49 pm

    @ radenmas: alhamdulillah kalo gitu. tapi ko ke skul saya gag di undang yak lombanya?🙂

    @ chick: iya.. tapi kalo amanah itu udah jatoh pada kita, kita mao gak mao harus bisa melaksanakannya.. gt kan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




… selamat datang di blog AdHi …

tempat Adhi belajar nulis, mencurahkan isi pikiran dan hati. Berharap punya banyak teman lewat blog ini.. :-)

terima kasih atas kunjungannya..!

-♥: salam AdHi :♥-

blueee

my Y! Messenger

adhiyat_thea

… paling banyak dibaca …

… kategori …

… arsip …

… blog ini …

... statistik ...

  • 34,045 kunjungan

Karya cipta

... klik klik dari sini ...

  • Tak ada

makasih atas kunjungannya..!!


%d blogger menyukai ini: